Selasa, 06 November 2012

kerja bangku


    Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai olehseseorang dalam mengerjakan kerja bangku didalam dunia teknik  permesinan sebagai dasar untuk materi teknik pemesinan pada tingkatselanjutnya. Pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksigeometris yang sesuai dengan perintah kerja.Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi :tingkat ketrampilan dasar penguasaaan alat tangan, tingkat kesulitan produk yang dibuat, dan tingkat kepresisian hasil kerja. Kerja bangku tidak hanyamenitik beratkan pada pencaapaian hasil kerja, tetapi juga pada prosesnya.Dimana pada proses tersebut lebih menitikberatkan pada etos kerja yangmeliputi ketekunan, disiplin, ketahanan, serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang menggunakan mesin ± mesin produksi.

LANDASAN TEORI

Baut  dan mur merupakan  alat  pengikat  yang sangat  penting  dalam mencegah kecelakaan atau kerusakan pada mesin. Pada setiap alat dan mesin yangdibuat dengan cara mengkombinasikan beberapa bagian (komponen), perananbaut dan mur sangat dibutuhkan untuk menyatukan konponen-komponen tersebut.Baut dan mur terbagi dalam beberapa macam sesuai dengan kegunaanya masing-masing. Baut dapat digolongkan menurut bentu kepalanya yaitu segi enam, soketsegienam, dan kepala persegi. Baut dan mur dapat dibagi sebagai berikut:Baut penjepit dapat terbentuk :
Baut tembus, untuk menjepit dua bagian melalui lubang tembus, dimanajepitan diketatkan dengan mur.
Baut tap, untuk menjepit dua bagian, dimana jepitan diketatkan denganulir yang ditapkan pada salah satu bagian
Baut tanam, merupakan baut tanpa kepala dan diberi ulir pada keduaujungnya. Untuk dapat menjepit dua bagian, baut tanam pada salah satubagian yang mrmpunyai lubang berulir, dan jepitan diketatkan dengansebuah mur.
PEMBAHASAN
DESKRIPSI PRODUK
Ukuraan
Baut dan mur yang dibuat dengan ukuran :

 Mur
Panjang : 4,5 cm
Tebal : 10 mm
Diameter : 9,5 mm

Baut
Panjang : 100 mm
 Diameter : 9,8 mm

 METODE PEMBUATAN
 Alat dan Bahan

 Alat yang digunakan adalah:

Gergaji tangan
Gergaji Tangan adalah alat yang digunakan untuk memeotong bendakerja. Daun gergaji dibuat dari baja bermutu tinggi yang sangat keras,sehingga ketajaman gerigi tidak selalu diruncingkan kembali. Untuk mengetahui spesifikasi gergaji, dapat dilihat pada daun gergaji di dekat tangkai pegangan, yang menyebutkan jumlah gigi per inchi

 Gergaji mesin

Gergaji mesin dapat dipakai untuk memotong logam batangan, baja profil,lembaran logam dan lain-lain yang terlalu tebal untuk digunting.

 Kikir

Fungsi utama dari kikir diantaranya:
 Menghilangkan bekas tanda pola dan jepitan ragum pada benda kerja
 Membuat bentuk benda kerja sesuai pola yang dirancang
 Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja

 Membentuk siku bidang satu dengan bidang lainnyaBagian – bagian yang terdapat pada kikir :
1. Ujung gagang kikir(Tang)
2. Bagian pangkal yang tidak bergerigi (Heel)
3. Panjang kikir (Length)
4. Bagian permukaan yang kasar,penuh dengan gigi(Face)
5. Bagian sudut kikir (Edge)
6. Bagian ujung yang lain (Point)

Mesin bor

 Mesin adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien, sebagaipisau penyayat pada mesin bor ini dinamakan mata bor yang mempunyai ukurandiameter bermacam-macam. Mesin bor termasuk perkakas dengan gerak utamaberputar, fungsi pokok mesin ini ialah membentuk lubang pada benda kerjadengan mempergunakan bor sebagai alatnya.

Mesin bubut
Mesin bubut adalah suatu mesin yang biasa digunakan untuk pekerjaanpengolahan  logam  yang  kerja  utamanya  berputar.  Prinsip  kerjanya  adalahmenyayat benda yang kerja utamanya berputar degan pahat secara mendatar ataumelitang. Bentuk dan ukuran mesin ini bermacam-macam, yang berukuran kecildan bentuk sederhana pemasangannya di atas bangku, sedangkan yang berukuransedang danbesar dipasang dilantai dengan diikat menggunakan baut.

 Tap
 Alat pengetap berfungsi untuk membuat alur pada benda kerja, berfungsi untuk membuat ulir sekrup dalam. Untuk membuat ulir sekrup dalam, dengan tangandipakai tap ulir sekrup.

Snai
Sney untuk membuat ulir luar dengan bantuan tangan. Ulir luar biasa dibuat dengan tangan dengan sebuah mur yang didesain khusus,yang disebut pemotong ulir dan terbuat dari baja karbon atau baja sayat cepat.Pemotong ulir tersebut dijepit dengan bantuan rumah tap (stock) dan keduanya mempunyai bentuk yang bervariasi. Seperti juga tap, senai (pemotong ulir) diberialur untuk membetuk sisi penyayat dan ruang kotoran/serpihan logam.

Jangka sorong
 Jangka  sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Kegunaan jangka sorong adalah untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit.

Siku-siku
Siku-siku adalah sebuah alat ukur yang terdiri dari badan dan daun siku, dimana badan lebih tebal dan lebih berat jika dibanding dengan daunnya, hal ini berfungsi untuk ketepatan dan kemantapan pegangan sewaktu digunakan. Fungsi siku-siku hampir sama dengan busur derajat yaitu untuk:
 a). Membuat garis sudut
 b). Memeriksa kemiringan atau kesikuan bagian suatu benda
c). Memeriksa kerataan permukaan benda.

Ragum
Ragum berfungsi untuk menjepit benda kerja secara kuat dan benar,artinya penjepitan oleh ragum tidak boleh merusak benda kerja.Dengan demikian ragum harus lebih kuat dari benda kerja yang dijepitnya.Untuk menghasilkan penjepitan yang kuat maka pada mulut ragum/rahangnya dipasangkan baja berigi sehingga benda kerja dapat dijepit dengan kuat.

Bahan yang dibutuhkan:
Poros berdiameter 20 mm, panjang 25 cm

 Prosedur Pengerjaan
Menyiapkan benda kerja yang akan dipakai (besi poros)
Memotong bahan untuk membuat mur
Benda kerja dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Duabuah silinder untuk mur dengan ketebalan 10 mm.
Memotong bahan untuk membuat baut
Benda kerja dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Satubuah silinder untuk mur dengan panjang 100 mm.
Mengikir permukaan benda kerja sampai rata

Pengikiran Mur
Benda kerja hasil pemotongan yang ukurannya tidak sesuai dengan ukuranyang telah ditetapkan, maka dihaluskan dengan kikir sampai sesuai denganketebalan yang diinginkan, yaitu 10 mm.

 Pengikiran Baut
Benda kerja hasil pemotongan yang ukurannya tidak sesuai dengan ukuranyang telah ditetapkan, maka dihaluskan dengan kikir sampai sesuai denganpanjang yang diinginkan, yaitu 100 mm

 Membuat pola dengan ukuran seperti pada gambar
Membuat mur:
 Membentuk bahan menjadi segi enam dengan cara dikikir.
Setelah mencapai ukuran yang ditentukan, benda kerja ditempel kertas ukuran segi enam yang sudah dipersiapkan, kertas yang sudah digunting ditempel pada kedua ujung silinder. Jepit benda oleh ragum lalu dikikir pada setiap sisi darisilinder tersebut dengan mengikuti alur pada kertas yang berbentuk segi enam. Kikir terus sampai berbentuk segi enam. Pada saat pengikiran lakukan dengan sangat hati – hati, usahakan pada saat pengikiran antara sisi yang satu dengan sisi yang lain sama luas permukaannya.
Membuat tanda pada benda kerja yang akan dilubangi(mur), biasanya dengan menggunakan punch.
Memilih jenis mata bor yang akan digunakan
Memasang  mata  bor  pada  mesin  bor  denmengencangkannya dengan bantuan kunci gear

Membor dengan perlahan-lahan dan jangan dipaksakan karena akan merusak mata bor.
Setelah benda kerja sesuai dengan bentuk yang diinginkan, maka bendakerja diletakan pada mesin bubut untuk dilakukan pengeboran pada benda kerja.Benda kerja (mur) di bor dengan bor ukuran 9,5 mm, mur di bor sampai tembuske sisi sebelahnya.
Selama proses membor sekali-kali dilakukan pemberian pendingin (cooler) pada mata bor untuk menjaga supaya mata bor tidak cepat rusak
Lakukan proses pengeboran dengan hati-hati dan utamakan keselamatan kerja.
Mur yang telah dibor, diambil dan dipindahkan ke ragum untuk ditap dengan ukuran tap 9,5 mm. Posisi pada saatpeletakan pada ragum di usahakan vertikal dengan lubang yang akan ditap, padasaat melakukan pengencangan benda kerja diragum jangan  terlalu kencang, halini dapat mengakibatkan kerusakan benda kerja. Lakukan pengetapan secarabertahap agar hasil akhir yang diperoleh baik. Pengetapan dilakukan terus sampaitembus pada satu sisinya.


 Membuat baut:
Membubut bagian yang akan disnai sesuai ukuran pada gambar.
Benda kerja hasil pemotongan dibubut dengan menggunakan mesin bubutsampai mencapai diameter 9,8 mm. Pembubutan dilakukan secara bertahap agar benda kerja tidak mengalami kerusakan (patah) dan juga tidak merusak matapisau bubut. Pada proses ini dibutuhkan air pendingin (cooler ) agar suhu bendakerja dan mata pisau tidak terlalu tinggi. Bubut sampai batas ukuran diameter 9,8cm dengan batasan panjang yang dibubut yaitu 8,5 cm.

Membentuk kepala baut menjadi segi enam dengan cara dikikir
Setelah mencapai ukuran yang ditentukan, kepala baut ditempel kertasukuran segi enam yang sudah dipersiapkan. Jepit benda oleh ragum lalu dikikir pada setiap sisi dari silinder kepala baut tersebut dengan mengikuti alur padakertas yang berbentuk segi enam. Kikir terus sampai berbentuk segi enam. Padasaat pengikiran lakukan dengan sangat hati – hati, usahakan pada saat pengikiranantara sisi yang satu dengan sisi yang lain sama luas permukaannya.

Menyenai ulir luar pada porosd. Selama proses senai harus selalu diberi pelumas. Benda kerja dijepit dengan ragum. Jikasudah diatur posisinya maka ujung benda kerja (yang permukaan yang dibubut) disnai (di buat alur) sampai panjang 4,5 cm. Lakukan penyenaian secara bertahap.

 Proses finishing: membersihkan dan mengikir bagian permukaan yang masih tajam.
Pemberian pelumas pada mur dan baut agar tidak mudah berkarat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar